She


She…

This story is all about She… She,,who always trying to be stronger and better than before…

She was born about 21 years ago at the one of hospitals which is located in a small city. She is the first child of three siblings. Her parent love her so much. When she was a little child, She grew well being just like the others children in common. Because of her adorable look, many people like to lug her. Her mother also contributed her to healthy toddler contest. Her father and her mother were so delight to see her getting 2nd award in sub district head area.

There were many experiences that She went through when She was still young, whether it was the glad one and even the sad one. One of them was when She sat in 3rd grade of elementary school. She was 8 years old at that moment.

One day, her mother saw something unusual in her back. Because her mother felt afraid about something that would happen to her, her parent then took her to the one of hospitals in that city, so that She could get the doctor’s inspection.

After being examined, the doctor said that She had scoliosis. It’s a kind of anomaly or disorder condition to the backbones. Because of that, She had to take medical treatment in that hospital once a week by doing the physiotherapy. Nevertheless, after taking some ineffective physiotherapy, She was finally taken to the orthopaedist hospital in the other city.

In the orthopaedist hospital, She was also told to take the physiotherapy. Besides that, the doctor also suggested her to wear a kind of vest that made from iron and steel for about 3 months. The doctor also suggested her to have a surgical procedure, but at that time, a kind of surgical procedure could only be done in the hospital that located in the capital of that country. Because the lack of economy condition and its high risk, along with her fear, She refused to take the surgical procedure.

Finally, her parent recommended her to have alternative treatment. Many ways had they attempted, but until now, She still couldn’t find the accurate treat to cure it.

Because of her illness, many friends ridiculed her. Maybe that was the great factor that made her feeling unconfidence and inferior to her condition. However, her parent kept giving courage for her. Nonetheless, She stood still unconfidence in front of her schoolmates. That entire downbeat feeling She felt until She sat in 2nd grade of Junior High School. She considered that her unconfidence and inferior feeling were her biggest lack, and also, She was a type of quite person, shy, introvert, and awkward to speak in front of many people.

With all her lack that She has, She keep trying to make her lack to be her strength. Since She entered Senior High School, She kept trying to change her unconstructive thing inside of herself. That’s the reason why She praise her God, because since She was in Senior High School environment, She had many friends that gave many supports on her. In the Senior High School, there were no friends who made jokes on me, so that She could feel more confident and easier to get along with the others friends, although sometimes She still felt inferior.

She believes that besides having lack, everyone also had strength, and She does too. She feels that She is a kind of diligent and responsible person. Because of her assidousness, She is able to finish her tasks and duties, carefully and correctly. She also responsible person, who can finish all her job on time. If She has a promise, She try her best to keep it. Because of her responsibility, people are able to put their trust on her.

Her expectation in the future is that She can do herself better. One way to reach that is by covering her lack with her strength, and She can use her lack as ‘generator’, so that She can do even better and better from today and yesterday for tomorrow…

———– o0o ————

:) :) :)

Kalau Cinta Datang Menggoda


Kalau Cinta Datang Menggoda

“Jatuh cinta berjuta rasanya …”, begitu syair lagu ciptaan Titik Puspa. Konser Dewa, Atas Nama Cinta, dihadiri ribuan penggemar mereka. Album terakhir mereka pun, Cintailah Cinta pun terjual diatas 1 juta copy.

Dan entah berapa banyak lagi lagu, kata, ungkapan, syair, puisi yang berbau cinta begitu mengharu biru dunia ini.

Hmm..perasaan jatuh cinta memang sukar dijelaskan dan ditebak, karena penuh dengan gejolak. Semua saran dan nasihat ditolak, bahkan nalar pun bisa terdepak oleh perasaan mabuk kepayang yang membikin rasa melayang-layang. Itulah dahsyatnya perasaan yang satu ini. Gedubrak !!

Apakah karena itu kita tak boleh mencintai dan dicintai? Uups…tentu saja boleh, karena cinta adalah pemberian Allah SWT. Mencintai dan dicintai adalah karunia, sekaligus panggilan hidup kita.

Tak pernah merasakan jatuh cinta, bukanlah manusia, karena manusia pasti merasakan cinta [QS Al Imran:14]

Bahkan, cinta merupakan ruh kehidupan dan pilar untuk kelestarian ummat manusia.

Islam juga gak phobi sama yang namanya cinta kok, bahkan Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia. Namun, bukan dalam komoditas rendah dan murah lho. Artinya, tingkatan mencintai sesuatu itu ada batasnya.

Jika cinta itu malah membawanya kepada perbuatan yang melanggar syariat, nah…kore wa dame da!* Hmm…cinta itu katanya jelmaan perasaan jiwa dan gejolak hati seseorang,

wuis…puitis banget! Nah, dalam Islam kalau kita merujuk QS: At Taubah 24,

maka cinta dapat dibagi dalam 3 tingkatan, yaitu:

1. Cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya
2. Cinta kepada orangtua, istri, kerabat dan seterusnya
3. Cinta yang mengedepankan cinta harta, keluarga dan anak istri melebihi cinta kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan Allah.

Lalu gimana dong, kalau cinta itu datang, menghampiri dan menggoda di luar pernikahan?

Nah lho, puyeng deh kalo gini! Padahal cinta itu kan timbul memang dari sononya, muncul dari segi zat atau bentuknya secara manusiawi wajar untuk dicintai.

Normal aja kan, jika memandang sesuatu yang indah, kita akan mengatakan bahwa itu memang indah, masa’ sih dibilang jelek!

Menurut Imam Ibnu al-Jauzi, “Kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela serta tak perlu dibuang.

Namun, cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada hal yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya, hal seperti inilah yang tercela.”

Waduh…gimana dong, lagi jatuh cinta nih! Problem…problem… mana masih kuliah, kerjaan belon ada, masih numpang ama orangtua, wah…nih cinta kok gak pengertian ya!

Kalem dong, jangan blingsatan begitu. Emangnya jatuh cinta masalah kamu aja, ya…gak lagi!

Nabi Yusuf a.s. aja pernah jatuh cinta lho, bahkan kepada seseorang wanita yang telah menjadi istri seseorang.

Eits…protes deh! Iya deh, kalau bukan cinta, paling gak, tertarik dan terpesona, boleh kan?

Buka deh surat Yusuf, romantika kisah beliau diceritakan dengan tuntas, awal, proses, konflik hingga klimaks dan ending-nya.

Nah lho…Nabi aja bias punya ‘konflik’ seperti itu, apalagi kamu, iya kan?

Romantika cinta beliau bukan kacangan, atau pepesan kosong, namun apa yang dialami beliau bisa menjadi pelajaran buat kita bagaimana kalau cinta itu demen banget menggoda kita.

Beliau sadar, dan mengerti betul bahwa itu terlarang, meski ada gejolak di hatinya [QS Yusuf: 24]

Namun…

Kondisi di atas itu gak terjadi begitu aja lho, karena sebelumnya Nabi Yusuf a.s. pun telah berusaha untuk menolaknya saat wanita itu terus merayunya. Eh…nabi Yusuf pun dikejarnya, dan yang dikejar malah lari terbirit-birit, wuus…

Lantas apa dong pelajaran yang bisa kita ambil, saat cinta itu menggoda kita? Pelajarannya adalah:

1. Setiap orang memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, perasaan ini manusiawi, fitrah sekaligus anugerah.

2. Namun, gejolak itu harus diatur lho, kalau gak maka kita akan terperosok ke jurang kenistaan, karena diperbudak gejolak jiwanya. Lantas jadi merana deh, angan-angan melulu. Innan nafsa la ammaaratun bis-suu, sesungguhnya nafsu itu selalu mengajak kepada kejahatan kecuali nafsu-nafsu yang diberi rahmat oleh Allah [QS Yusuf:53].

3. Kalau kita jatuh cinta pada lawan jenis, dan mengharapkan terbalaskan cintanya, maka saat itu ada sebagian dari akal dan logika yang hilang. Sekian banyak pertimbangan akal sehat yang dipunyai jadi ngadat, gak jalan! Gak percaya? Coba deh, ntar kalau kamu tambah dewasa, udah nikah, mungkin mikir, “Kok, dulu begitu ya?”, “Kok, dulu gak mikir ya?”, dan “kok-kok” yang lain.

4. Dulu waktu ngejar-ngejar, wah…dimana-mana hanya terpampang wajah dia seorang, kekasih hati. Tidur gak nyenyak, makan pun terasa gak enak, bukan karena banyak nyamuk atau lauknya gak enak, dunia ini pun hanya untuk berdua, yang lain ngontrak, ck…ck…ck… Kalau gak ketemu, rasanya gimana gichuu. Dikejar setengah mati deh, pokoke mesti dapet! Tapi begitu udah dapat, lalu masuk dunia rumah tangga, gejolak itu bisa berganti dengan rutinitas dan bias bosan. Itulah sifat manusia, karena itu bila mencintai seseorang, cintailah sewajarnya, siapa tahu ntar kamu benci padanya. Begitu juga sebaliknya, kalau benci, bencinya yang wajar aja deh, siapa tahu ntar malah aishite iru*

5. Ingat lho, gak semua yang kita inginkan itu harus terpenuhi, kalau gak mau dibilang egois. Tidak semua cita-cita itu harus terkabul, dan tidak pula semua gejolak harus dituruti. Di dunia ini ada banyak pilihan, kalau gak dapat yang satu, pilihan lain masih banyak kan? Siapa tahu malah lebih baik. Makanya buka mata lebar-lebar, masa’ sih cuma ada dia aja di dunia ini, emang yang lain kemana bro!

6. Tidak semua yang kita anggap baik itu baik, dan tidak semua yang dianggap indah itu indah. Segala sesuatu itu pasti ada cacat dan cela-nya. Saat jatuh cinta sih, wuah…indah buanget, tiada cacat dan cela. Padahal bisa aja kan, cacat dan cela itu jauh lebih banyak dari baik dan indahnya.

7. Akhirnya, kalau kamu udah sampai pada puncak cinta, yaitu pernikahan, ingat deh kalo puncak masalah pernikahan itu bukanlah pada siapa yang akan jadi pasangan kita, tapi gimana agar kita bisa survive di dalamnya, siapapun pasangan kita.

Mari menjaga hati dengan menghiasinya dengan adab-adab yang syar’i. Dan Ingatlah sebelum di ijab qabulkan syariat tetap membataskan, artinya bahwa adab-adab bergaul dengan lawan jenis sebagaimana layaknya non-mahram; mulai dari

  • Hindari berkholwat (berdua-dua an) / termasuk sms , telepon, chating-an dan segala jenisnya yang berlebihan dan tidak diketahui oleh selain mereka berdua, karena “Tidaklah seorang laki-laki dan perempuan berkholwat melainkan yang ketiga adalah syaitan” (HR Bukhari).
  • Bicarakan hal-hal yang Ma’ruf.
  • Tetap menjaga pandangan, agar terhindar dari fitnah.

Semoga membantu akhi wa ukhti, jangan lupakan Allah SWT kalau antum jatuh cinta ya. Jatuh cinta-lah karena Allah SWT, karena kasih sayangnya akan meluruh ke jiwa. ^_^

Wallahu a`lam bis-shawab.

Sumber : Note temen :)

Wahai Subuh


Wahai subuh,
dalam keindahanmu
aku dibuat mengerti,
bahwa cara terbaik untuk memperpanjang waktu,
bukanlah mengulur batas waktu,
tetapi menyegerakan waktu mulai.

Semakin segera aku memulai,
akan semakin panjang waktuku.
Dan dengannya semakin banyak
yang dapat terselesaikan.

Aku menjadi
bukan karena yang kurencanakan,
tetapi karena yang kuselesaikan.

Tuhan, kayakanlah hidup kami.

(Mario Teguh)

Rindu [Miss]


Untuk yang hatinya
merindukan perubahan,
bisikkanlah

Tuhanku Yang Maha Membuka Hati,

Aku letih dengan keadaanku
yang hanya begini-begini saja.

Aku tahu aku tak boleh berharap
agar Engkau mengubah kualitas hidupku
tanpa aku sendiri
tegas membersihkan pikiranku,
membeningkan hatiku,
dan mengindahkan perilakuku.

Tuhan, dampingilah aku
dalam ketegasan upayaku
untuk sepenuhnya hidup
dalam debar kegembiraan.

Amin

(Mario Teguh)

Tuhan itu Maha Adil [dan] Maha Pengasih


Tuhan Maha Adil dan Maha Pengasih

Maka sesungguhnya

Tidak ada orang yang lebih dari Anda,
dan tidak ada orang yang kurang dari Anda.

Orang yang kelihatannya lebih daripada Anda adalah dia
yang Anda perhatikan kelebihannya dan yang Anda
bandingkan dengan kelemahan Anda.

Anda pasti memiliki kelebihan
yang menyeimbangkan Anda dengan siapa pun.

Yakinlah ini sebagaimana Anda meyakini
keadilan Tuhan.

(Mario Teguh)

Hanya Allah SWT…


Semakin dekat dan semakin bernilai seorang bagi kita,
akan semakin besar pelukaan pada hati ini jika dia menyakiti kita.

Ingatlah,

Hanya orang yang kita percayai
yang bisa mengkhianati kita.

Maka dekatlah, percayailah,
atau kasihanilah orang lain dengan cara
yang masih memelihara
kemandirian Anda sebagai pribadi yang damai dan kuat.

Hanya Tuhan-lah
yang tidak akan pernah mngecewakan kita.

(Mario Teguh)

Open [Your] Mind


Rahasia utama bagi keberhasilan karir
dalam bidang apa pun,
adalah menemukan orang-orang yang
lebih terbuka bagi ide dan rencana Anda.

Karena,

Berbicara mengenai aspirasi Anda
kepada mereka,
lebih menghasilkan dukungan dan
tindakan nyata, yang menjadikan Anda
pribadi yang berperan baik dan besar.

Maka,

Mengapakah Anda bertahan di tempat
yang tidak menghormati Anda?

Tegas itu ikhlas bagi kebaikan.

(Mario Teguh)

c.o.n.f.i.d.e.n.t


Anda disebut PERCAYA DIRI,
jika Anda sering menyatakan ini
mengenai diri Anda sendiri.

Saya tahu ini sulit,
tapi saya percaya,
diri saya akan mengupayakan yang terbaik.

Dia akan menenangkan diri,
berdo’a bagi bantuan Tuhan,
mempelajari yang harus diketahuinya,
dan melakukan yang harus dilakukannya.

Jika gagal,
dia minta maaf dengan jujur,
dan memulai lagi dengan lebih baik.

Dia tulus dan berniat baik.

(Mario Teguh)